Yabo official website_The strongest baccarat play_Online sports betting sites

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Baccarat online

SelIndonesian Gaming Companyang Indonesian Gaming Companybeberapa waIndonesian Gaming CompanykIndonesian Gaming CompanytIndonesian Gaming Companyu, semesta membalik keadaan. Kami dilanda masalah dan butuh hal yang dulu sempat dipinjamkan ke kalian. Bukannya tak ikhlas, apalagi ingin mengungkit hal-hal yang telah berlalu. Namun kami memang benar-benar membutuhkannya sekarang. Ingin segera menagih tapi lagi-lagi terhambat rasa nggak enakan ini.

Usaha mengambil kembali hak kami tak berhenti sampai di keseharian saja. Namun kami juga berikan kode-kode di dunia maya, tempat kalian ‘si peminjam’ eksis dan tebar pesona. Mulai dari kode halus unggah curhatan lagi butuh sampai kode keras menandai kalian dalam kiriman, semua telah kami lakukan. Hasilnya? Lagi-lagi kami diabaikan. Duh, gini amat ya berurusan dengan si peminjam yang bebal?

Ada kalanya kami ingin meledak karena frustasi sendiri. Siapa yang pinjam siapa yang kesusahan sendiri? Ingin juga rasanya balik marah ke kalian dan memaki-maki. Namun selalu terhenti karena sifat nggak enakan kami ini. Kalau tahu akan berakhir begini, mungkin kami berpikir seribu kali dulu saat akan meminjami.

Kalian datang dengan muka melas. Lalu dimulailah kisah bahwa kalian lagi dilanda masalah. Dengan muka memelas dan nada bicara yang merendah, kalian berhasil buat kami iba. Jurus kalian yang terlalu sakti atau kami yang terlalu nggak enakan, akhirnya kami pinjamkan sebagian dari apa yang dipunyai. Setelah apa yang kalian inginkan digenggam, janji-janji manis ditebarkan. Salah satunya janji untuk segera mengembalikan secepat mungkin.

Lelah menunggu, kami kembali memberanikan diri. Kami meminta kembali dengan sopan dan baik-baik, seperti kami yang menghutang. Namun bukannya berniat baik, kalian justru marah-marah dan emosi sendiri. Seketika kami langsung teringat suatu ungkapan lebih galak mereka yang menghutang daripada kita yang beri bantuan.

Ngembaliin hutang nggak bisa, tapi belanja tetap bisa dong ya~ via unsplash.com

Karena kebutuhan kami tersebut kian mendesak, akhirnya kami beranikan diri untuk menagih ke kalian. Usaha pertama, gagal total. Sebab tiap coba dihubungi, kalian kerap tak mengangkat. Lalu di usaha kedua, kalian bisa dihubungi. Ketika kami mengutarakan isi hati, kalian malah dengan entengnya bilang belum bisa mengembalikan dalam waktu dekat. Alasan kalian beragam, seperti duh, nggak ada duit nih atau minggu depan ya? Belum gajian soalnya. Padahal di media sosial, kalian justru pamer barang belanjaan yang mahal-mahal. Lah gimana? Katanya nggak ada duit tapi bisa foya-foya di luar sana.

Lagi-lagi karena sifat nggak enakan, kami akhirnya memberikan tenggat waktu pada kalian. Padahal kalau mau tega-tegaan, kami dulu tak sampai berpikir panjang untuk memberikan kalian bantuan. Tenggat waktu yang kami berikan juga cukup lama. Namun sampai detik ini, kalian tak juga menunjukkan tanda-tanda untuk mengembalikannya.

Rin, pinjemin duit dulu dong. Dua juta aja. Buat bayar kosan nih.

Sebagai orang nggak enakan, kami memang harus menghadapi banyak tantangan. Mulai dari susah bilang ‘tidak’ untuk semua permintaan sampai harus menerima kalau dimanfaatkan orang. Namun ada satu lagi tantangan yang selalu buat kami kewalahan sendiri, yaitu momen menagih hutang.

Padahal kami sudah menagih apa yang seharusnya dikembalikan dengan sopan, bahkan kadang sampai merendah. Namun bukannya dikembalikan, mereka yang meminjam ini justru mlipir pelan-pelan lalu menghilang. Mereka tak jarang menjadi pihak yang lebih galak daripada kami yang jelas-jelas tengah memperjuangkan hak. Dear, kalian yang tengah menghindari dari tanggung jawab ini, ketahuilah hal-hal yang kami rasai saat tulus membantu tapi justru teraniaya saat menagihnya.

Menagih hutang memang perihal paling sulit setelah mencari pekerjaan. Ditambah lagi, kami punya sifat nggak enakan yang makin mempersulit keadaan. Buat kamu yang masih berusaha meminta kembali haknya, stay strong and keep moving on! Buat kamu yang udah mengikhlaskan, semoga diberi pengganti yang setimpal. Buat kamu yang suka pura-pura lupa kalau sering minjam punya orang, hayo…kembalikan dari sekarang. Daripada nanti ditagih malaikat dan lupa bawa cash saat di liang lahat.

Dari momen kesal dan perasaan teraniaya ini kami jadi belajar. Bahwa berusaha menjadi orang baik zaman sekarang memang susahnya luar biasa. Inginnya menolong tapi akhirnya justru menyusahkan diri. Kalau nggak ditolong nanti pasti kena nyinyiran yang bikin geregetan. Maaf ya wahai kalian yang selalu meminjam tapi ogah mengembalikan, terpaksa kami blacklist dari kesempatan kami beri bantuan. Bukannya pelit, bukan. Layaknya kedelai yang tak jauh di lubang yang sama, kami hanya coba belajar dari kesalahan.